Hai,, Jumpa lagi ni.
Kita lanjutin yang kemarin ya sob….
Sampai mana kemarin????? Oy baru inget.
Para anggota PLASSMA PALA bangun dari tidurnya kurang lebih
pukul 05.00 WIB dan langsung packing tenda dan lain-lain.
Selesai packing, kami semua langsung pemanasan sambil
beberapa orang masak untuk sarapan.
Saat pemanasan, 4 pemandu kami datang ke lokasi. Mereka
adalah Laurensius Wahyudi, Yulius Media Santoso, Tarimen (biasa dipanggil
Tengeng) dan Tukino. Mereka semua yang akan memandu kami dari start sampai tiba
di tujuan.
Setelah semua sarapan, kami langsung mengadakan pengarahan
yang dipimpin oleh bapak Edi Wahyudi (pendamping PLASSMA PALA), doa yang
dipimpin oleh saya sendiri (Entet) dan pengarahan rute oleh pemandu (mas Yudi).
Setelah semuanya siap, kami langsung saja melakukan
perjalanan. Perjalanan kami tidak terasa capek karena di sisi kiri rute yang
kami lewati terdapat aliran sungai Umpu yang indah, sehingga kami lupa akan
rasa capek kami. Tidak hanya sungai, kami pun juga melintasi area perkebunan
kopi yang sejuk hingga kami sampai di perbatasan desa.
Saat kami sampai di perbatasan desa, capek kami mulai terasa
karena melihat ada suatu papan dengan tulisan “ Wisata Pemandian Air Panas
Serasa 8 KM”. beberapa dari kami membayangkannya, sehingga mereka terlihat
kecapekan. Tetapi sebagai saudara, kami selalu memberi support kepada
teman-teman kami yang mulai lelah. Setelah melewati hamparan sawah, kebun kopi,
dan pedesaan, kami merasa sedikit puas karena di depan mata kami terdapat
sebuah papan dengan tulisan “Wisata Air Panas Serasan 800 m”.
Saat melihat itu, kami semua mulai merasa lega. Tetapi apa
yang akan terjadi??? Ternyata jalan yang akan kami lewati untuk sampai ke
lokasi air panas adalah turunan yang terjal dan berbatu. Saya dan beberapa
anggota yang tidak beralas kaki (alias nyeker) karena sandal kami putus dalam
perjalanan, merasa sangat merana. (kasian kasian kasian).
Tapi setelah melihat lokasi yang begitu indah, dengan sebuah
air terjun yang menjulang dengan gagahnya akhirnya rasa sakit dan capek begitu
saja menghilang. Langsung saja kami merendam kaki kami ke kolam yang ketiga
(karena kolam pertama dan ke dua sangat panans), dan merasa nyaman setelah
perjalanan panjang tadi. Setelah salah satu anggota melihat jam, ternyata
perjalanan kami memakan waktu ± 3 jam.
Oo iya, saat di sana kami sedikit bingung karena banyak
orang yang bekerja membangun sesuatu (seperti tenda). Dan saat kami bertanya,
ternyata besoknya (hari sabtu 5/1) Bupati Way Kanan (kabupaten setempat).
Setelah melihat-lihat, kami mengamatai air terjun (namanya
Curug Kembar) yang tertutup belukar sehingga air yang jatuh tidak terlihat
hingga dasarnya. Pembimbing kami meminta izin kepada pekerja (yang membangun
tenda) untuk membuka belukar tersebut supaya curug tersebut terlihat indah, dan
kami pun mendapat izin.
Tetapi kami harus menyeberang sungai yang alirannya cukup
deras untuk mencapai lokasi air terjun. Sampai di air terjun, kami langsung
beraksi menebang belukar dan pohon-pohon kecil yang menutupi pemandangan air
terjun tersebut, sampai beberapa dari kami terkena daun pohon yang beracun/
membuat gatal. Sehingga beberapa dari kami harus kembali ke camp air panas
karena tidak tahan merasakan panas yang disebabkan oleh daun tersebut.
Tunggu perjalanan kami di part ke 4 ya!!!! Salam lestari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar