Kamis, 10 Januari 2013

Perjalanan Menuju Kejayaan part III


Hai,, Jumpa lagi ni.

Kita lanjutin yang kemarin ya sob….

Sampai mana kemarin????? Oy baru inget.

Para anggota PLASSMA PALA bangun dari tidurnya kurang lebih pukul 05.00 WIB dan langsung packing tenda dan lain-lain.
Selesai packing, kami semua langsung pemanasan sambil beberapa orang masak untuk sarapan.
Saat pemanasan, 4 pemandu kami datang ke lokasi. Mereka adalah Laurensius Wahyudi, Yulius Media Santoso, Tarimen (biasa dipanggil Tengeng) dan Tukino. Mereka semua yang akan memandu kami dari start sampai tiba di tujuan.
Setelah semua sarapan, kami langsung mengadakan pengarahan yang dipimpin oleh bapak Edi Wahyudi (pendamping PLASSMA PALA), doa yang dipimpin oleh saya sendiri (Entet) dan pengarahan rute oleh pemandu (mas Yudi).

Setelah semuanya siap, kami langsung saja melakukan perjalanan. Perjalanan kami tidak terasa capek karena di sisi kiri rute yang kami lewati terdapat aliran sungai Umpu yang indah, sehingga kami lupa akan rasa capek kami. Tidak hanya sungai, kami pun juga melintasi area perkebunan kopi yang sejuk hingga kami sampai di perbatasan desa.
Saat kami sampai di perbatasan desa, capek kami mulai terasa karena melihat ada suatu papan dengan tulisan “ Wisata Pemandian Air Panas Serasa 8 KM”. beberapa dari kami membayangkannya, sehingga mereka terlihat kecapekan. Tetapi sebagai saudara, kami selalu memberi support kepada teman-teman kami yang mulai lelah. Setelah melewati hamparan sawah, kebun kopi, dan pedesaan, kami merasa sedikit puas karena di depan mata kami terdapat sebuah papan dengan tulisan “Wisata Air Panas Serasan 800 m”.
Saat melihat itu, kami semua mulai merasa lega. Tetapi apa yang akan terjadi??? Ternyata jalan yang akan kami lewati untuk sampai ke lokasi air panas adalah turunan yang terjal dan berbatu. Saya dan beberapa anggota yang tidak beralas kaki (alias nyeker) karena sandal kami putus dalam perjalanan, merasa sangat merana. (kasian kasian kasian).

Tapi setelah melihat lokasi yang begitu indah, dengan sebuah air terjun yang menjulang dengan gagahnya akhirnya rasa sakit dan capek begitu saja menghilang. Langsung saja kami merendam kaki kami ke kolam yang ketiga (karena kolam pertama dan ke dua sangat panans), dan merasa nyaman setelah perjalanan panjang tadi. Setelah salah satu anggota melihat jam, ternyata perjalanan kami memakan waktu ± 3 jam.
Oo iya, saat di sana kami sedikit bingung karena banyak orang yang bekerja membangun sesuatu (seperti tenda). Dan saat kami bertanya, ternyata besoknya (hari sabtu 5/1) Bupati Way Kanan (kabupaten setempat).
Setelah melihat-lihat, kami mengamatai air terjun (namanya Curug Kembar) yang tertutup belukar sehingga air yang jatuh tidak terlihat hingga dasarnya. Pembimbing kami meminta izin kepada pekerja (yang membangun tenda) untuk membuka belukar tersebut supaya curug tersebut terlihat indah, dan kami pun mendapat izin.
Tetapi kami harus menyeberang sungai yang alirannya cukup deras untuk mencapai lokasi air terjun. Sampai di air terjun, kami langsung beraksi menebang belukar dan pohon-pohon kecil yang menutupi pemandangan air terjun tersebut, sampai beberapa dari kami terkena daun pohon yang beracun/ membuat gatal. Sehingga beberapa dari kami harus kembali ke camp air panas karena tidak tahan merasakan panas yang disebabkan oleh daun tersebut.
Tunggu perjalanan kami di part ke 4 ya!!!! Salam lestari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar